Devani
Iya”
“Ih kamu, dari tadi jawabannya iya, iya mulu aku pergi nih” diapun berdiri dan hendak pergi tapi aku memegang tangannya.
Kini aku duduk bersimpuh di hadapan dia, aku pegang kedua tanganya aku
berusaha meyakinkan dia bahwa saat ini yang aku cintai hanya dia, dia
seorang. Tapi dia masih belum percaya. Untuk meyakinkan dia aku
menyerahkan hp yang aku pakai tadi. Supaya dia tahu aku tidak smssan
Dengan Devani. Tapi sialnya. Saat dia memegang hp itu datang sms dari
Devani yang isi pesannya “aku sayang kamu Arya”. Seketika setelah
membaca pesan itu dia membanting hpku dan pergi meninggalkan aku. Dan
kitapun putus. Aku menyadari kesalahanku, sejak saat itu nama Devani
dari daftar kontaku aku hapus. Agar tak terjadi lagi salah paham.
Pacarku yang ketiga namanya Riani, orangnya perhatian banget. Tapi
akhirnya kita putus juga. Saat itu aku sedang sakit panas. Dia yang
sedang menungguku tak sengaja mendengar aku mengigau menyebut-nyebut
nama Devani. Dan dia juga tak sengaja melihat poto Devani di bawah
bantalku saat akan merapikan tempat tidurku.
Saat itu aku baru selesai mandi dan pergi kekamar aku melihat Sinta
sudah tidak ada. Aku pikir mungkin dia pulang dulu. Setelah dia
menugguku disini selama tiga hari tak pulang-pulang. “Tak perlu di
tunggu lagi kini akukan sudah sembuh” ucapku sambil membuka lemari
pakaian. Lalu nada sms hpku berbunyi dan itu ternyata dari sinta isi
pesannya “kamu masih mencintai Devani, kejarlah dia, aku akan pergi dan
lupakan aku!”. Sebelumnya aku tak mengerti apa maksud pesannya itu namun
setelah aku melihat poto Devani di lantai aku mengerti.” Eh tunggu dulu
bagaimana dia tahu nama mantanku itu Devani” akupun membalik poto itu
dan ada tulisannya Devani I Love You From Arya. “oh iya ya” ucapku. Aku
menyusul Sinta kerumahnya dan ternyata tidak ada. Kata ibunya, Sinta
pergi keluar kota kerumah neneknya. Akupun bermaksud menyusulnya keluar
kota namun hati kecilku berkata “sudahlah bukan jodoh kali”. Akupun
pulang kerumah. Kisah cinta kitapun kandas.
Comments
Post a Comment